Perlindungan Hukum terhadap Anak Korban Sunat Perempuan dalam Perspektif Living Law di Kabupaten Garut
DOI:
https://doi.org/10.30999/ph.v9i2.4142Keywords:
living law, hukum adat, perlindungan anak, sunat perempuanAbstract
Praktik sunat perempuan di Kabupaten Garut merupakan fenomena yang tidak hanya berkaitan dengan kesehatan dan perlindungan anak, tetapi juga dengan keberadaan norma sosial dan hukum yang hidup dalam masyarakat (living law) yang turut mempertahankan praktik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan living law dalam praktik sunat perempuan serta mengkaji perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban berdasarkan hukum nasional. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual melalui analisis terhadap peraturan perundang-undangan, konsep living law, serta literatur hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa living law dapat memberikan legitimasi sosial terhadap praktik sunat perempuan, tetapi keberadaannya tidak dapat menjadi dasar pembenaran apabila bertentangan dengan prinsip perlindungan anak dan ketentuan hukum nasional. Pengakuan negara terhadap hukum adat memiliki batas ketika praktik yang hidup dalam masyarakat berpotensi merugikan hak, kesehatan, dan tumbuh kembang anak. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis hubungan antara living law dan perlindungan hukum terhadap anak dalam praktik sunat perempuan dengan menempatkan hukum adat dalam batas-batas pengakuan hukum nasional. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan perlindungan anak melalui harmonisasi antara pengakuan terhadap hukum yang hidup dalam masyarakat, hak asasi manusia, dan prinsip kepentingan terbaik bagi anak.
References
Adzanah Mariska Salsabila, Dian Rachmat Gumelar, Zaky Anggara, and Ulul Abshor. “Prevention of Bullying in Educational Environments Through Education by the West Java Ministry of Law at Gudang II Pasigaran Public Elementary School.” Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka 4, no. 6 (2025): 1252–64. https://doi.org/10.62668/sabangka.v4i06.1882.
Adzanah Mariska Salsabila, Enceng Arif Faizal, Deden Najmudin, and Mohamad Syahreza Pahlevi. “Islamic Criminal Law Criticism of Article 5 of the Universal Declaration of Human Rights on the Application of Qishash Punismenht.” Hukum Islam 25, no. 2 (2025): 79–100. https://doi.org/10.24014/hi.v25i2.38792.
Adzanah Mariska Salsabila, and Zaky Anggara. “Krisis Supremasi Hukum Pidana: Kritik Legalisme Melalui Integrasi Hukum Adat Dan Hukum Pidana Islam.” Jarimah: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Pidana Islam 2, no. 1 (2026): 1–10. https://doi.org/10.22373/jarima.v2i1.967.
Adzanah Mariska Salsabila, Zaky Anggara, and Firdaus Hasan. “Enforcement of Islamic Criminal Law Is a Concrete Solution to Eradicate Corruption.” Al-’Adl 19, no. 1 (2026): 145–63.
Afrisyal Chandra Permana, and Asmak UI Hosnah. “Perlindungan Anak Sebagai Subjek Hukum: Tinjauan Terhadap Tanggung Jawab Negara Dalam Perfektif HAM.” Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum 3, no. 6 (2025): 9935–46. https://doi.org/10.61104/alz.v3i6.2716.
Agustina, Benazir Putri. “Urgensi Khitan Anak Perempuan Dalam Maqashid Syariah Perspektif Mazhab Syafi’I.” UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, 2025. http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/18022.
Al-Azmi Nur Fadhilah Syarip, Muhammad Husni Syam, and Syahrul Fauzul Kabir. “Perlindungan HAM Terhadap Anak Perempuan Yang Mengalami Female Genital Mutilations.” Jurnal Riset Ilmu Hukum (JRIH) 3, no. 1 (2023): 37–42. https://doi.org/10.29313/jrih.v3i1.2129.
Alya WInalvia, and Adzanah Mariska Salsabila. “Sanksi Pidana Pelaku Pemerkosaan Anak Di Bawah Umur Berdasarkan Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2004.” Jurnal Al-Jina’i Al-Islami 1, no. 1 (2023): 23–32. https://doi.org/10.15575/jaa.v1i1.144.
Anggara, Zaky. “Hukum Pidana Islam Sebagai Living Law Dalam Masyarakat Indonesia.” Jurnal Al-Jina’i Al-Islami 3, no. 1 (2025): 30–42. https://doi.org/10.15575/jaa.v3i1.2958.
Chia-Yuan Change, and Jacquelyn J Cragg. “Female Genital Mutilation or Cutting.” CMAJ 198, no. 17 (2026): 1–10. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/42082410/.
Debby Hasmita, Imam Ropii, and Marsudi Dedi Putra. “Legal Analysis of Female Circumcision in the Context of Legal Pluralism in Indonesia.” AL-MANHAJ: Jurnal Hukum Dan Pranata Sosial Islam 8, no. 1 (2026): 105–14. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v8i1.8550.
Dian Rachmat Gumelar, Adzanah Mariska Salsabila, Islam Qerimi, and Deden Najmudin. “Criminology and Fiqh Jinayah Perspectives on Deterrence Morality Gap in Crime Prevention.” Walisongo Law Review (Walrev) 8, no. 1 (2026): 82–95. https://doi.org/10.21580/walrev.2026.8.1.31203.
Dion Ario, Swandi Aliverchan Situngkir, Fernandes Situngkir, and Elviandri. “Living Law, Kepastian Hukum, Dan Hak Asasi Manusia: Politik Hukum Dalam KUHP 2023 Di Indonesia.” Lentera: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies 7, no. 1 (2025): 31–42. https://doi.org/10.32505/lentera.v7i1.13426.
Dwi Hendriani, Gading Giovani, Dinda Sinta Rahayu, Nabila Vebiana Soviadi, Putri Isriyatil Jannah, Mira Husni Sanjaya, Ulfa Diya Atiqa, Morrin Choirunnisa Thohira, and Citra Puspa Juwita. Fondasi Kesehatan Masyarakat: Teori, Praktik, Dan Tantangan Global. Jakarta Barat: PT Bukuloka Literasi Bangsa, 2025.
Ehrlich, Eugen. Fundamental Principles of the Sociology of Law. Cambridge: Harvard University Press, 1936.
Fadlia, Dhia. “Implementasi Kewajiban Negara Dalam Menghapus Praktik Sunat Perempuan (FGM/C) Menurut Konvensi CEDAW.” Journal of Law and Society 1, no. 1 (2026): 59–76. https://journal.goufpublisher.com/index.php/lexsociety/article/view/17.
Icha Sri Herlina, and Happy Yulia Anggraeni. “Harmonisasi Asas Legalitas Formal Dengan Pengakuan Hukum Yang Hidup Di Masyarakat (Living Law) Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Nasional.” Jurnal Hukum Lex Generalis 6, no. 7 (2025): 1–27. https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i7.2078.
Istiqomah. “Perlindungan Hukum Dan Tantangan Kebijakan Dalam Mengatasi Mutilasi Genital Perempuan Tanpa Indikasi Medis.” Varia Hukum: Jurnal Forum Studi Hukum Dan Kemasyarakatan 6, no. 2 (2024): 131–42. https://doi.org/10.15575/vh.v6i2.44610.
Krisna, Liza Agnesta. Hukum Perlindungan Anak: Panduan Memahami Anak Yang Berkonflik Dengan Hukum. Yogyakarta: Penerbit Deepublish, 2018.
Margono, Rudi. Teknik Penerapan Hukum Pidana Adat (The Living Law) Di Pengadilan. Bandung: PT Refika Aditama, 2026.
Muhammad Rifkhi Maulana, Elly Kurniawati, Muflikhatun, Erlina, Fachrul Ghazi, and Idham Kholid. “Persepsi Orang Tua Muslim Tentang Hak Anak Dalam Praktik Khitan: Implikasi Pedagogis Bagi Pendidikan Islam Berbasis Keluarga.” PENDAS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 10, no. 4 (2025): 1–10. https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.38394.
Munib, Ali. Hukum Perlindungan Anak. Kuningan: Goresan Pena, 2026.
Nur Mailinda, and Dyah Ersita Yustanti. “Tanggung Jawab Negara Dalam Pemenuhan Hak Kesehatan Reproduksi Sebagai Hak Asasi Manusia.” Jurnal Hukum Staatrechts 9, no. 1 (2026): 82–93. https://doi.org/10.52447/sr.v9i1.9681.
Nur Muhammad, Rodiatun Azizah, and Bagus Dian Mahendra. “Implementasi Prinsip Kepentingan Terbaik Untuk Anak Dalam Sistem Peradilan Anak Melalui Pemidanaan Edukatif.” Jurnal Syariah Dan Hukum Islam 1, no. 1 (2018): 1–39. https://doi.org/10.47902/jshi.v1i1.242.
Pemerintah Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan (2024).
———. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (1945).
———. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (2023).
———. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan (2023).
———. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (2014).
Rafidha Nur Alifah, Alfiana Ainun Nisa, Efa Nugroho, and Dwi Yunanto Hermawan. “Female Genital Mutilation (FGM) in Indonesia: Systematic Review.” Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) 7, no. 11 (2024): 2631–37. https://doi.org/10.56338/mppki.v7i11.6165.
Rusdaya Basri, Rahmawati, Zainab, Farouq Ahmad Ali, and Rizkah Ameliah. “Female Circumcision in Bugis-Makassar Society of South Sulawesi: Between Cultural Symbolism and the Islamic Law.” Samarah: Jurnal Hukum Keluarga Dan Hukum Islam 8, no. 3 (2024): 1503–25. https://doi.org/10.22373/sjhk.v8i3.22381.
Ruslan Renggong, and Dyah Aulia Rachma Ruslan. Hak Asasi Manusia Dalam Perspektif Hukum Nasional. Jakarta: Kencana Divisi dari Prenamedia Group, 2021.
Saepullah, Usep. Hakikat Dan Transformasi Hukum Keluarga Islam Tentang Perlindungan Anak. 1st ed. Bandung: LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 2021.
Salsabila, Adzanah Mariska. “A Constructive Critique of The Politics of Islamic Criminal Law in A Constitutional State.” Siyasah Wa Qanuniyah : Jurnal Ilmiah Ma’had Aly Raudhatul Ma’arif 4, no. 1 (2026): 1–19. https://doi.org/10.61842/swq/v4i1.57.
Stevan Christian Antoin, Sarni Sain, Mariam Clarita Mauko, Fadil Mas’ud, and Kefi Listiana Fransisca Taneo. “Pengaruh Norma Sosial Terhadap Pembentukan Hukum: Suatu Kajian Yuridis Normatif.” Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang 11, no. 4 (2025): 238–45. https://doi.org/10.36989/didaktik.v11i04.10508.
Yenni Novita Wulandari, Catur Yunianto, and Eka Jaya Subadi. “Pluralisme Hukum Dalam Penyelesaian Sengketa Berkepentingan Umum: Kajian Pustaka Tentang Relasi Antara Peradilan Negara Dan Hukum Adat Di Indonesia.” SIWAYANG Journal: Publikasi Ilmiah Bidang Pariwisata, Kebudayaan Dan Antropologi 5, no. 2 (2026): 350–66. https://doi.org/10.47353/siwayang.v5i2.2700.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Fijri Nurfadilah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish in Jurnal Pemuliaan Hukum agree to the following terms:- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work. (See The Effect of Open Acces)

















