Analisis Qadhā'iyyah Siyāsah Mengenai Pemecatan Presiden Melalui Mahkamah Konstitusional

Authors

  • Imam Rosada UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
  • Nakhri Anshory UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30999/ph.v9i1.4139

Keywords:

Siyāsah Qadhā’iyyah, Pemberhentian Presiden, Mahkamah Konstitusi

Abstract

Penelitian ini berusaha mengurai prinsip siyāsah qadhā'iyyah terhadap kewenangan MK dalam pemberhentian Presiden, dan bagaimana relevansi konsep siyāsah qadhā'iyyah terhadap kewenangan pemberhentian Presiden melalui MK. Berdasarkan Pasal 7B Ayat (1), pemberhentian Presiden di Indonesia hanya dapat diusulkan oleh DPR kepada MPR, hanya dengan terlebih dahulu mengajukan permintaan kepada MK, untuk diperiksa, diadili, dan diputuskah secara yuridis benar/tidaknya dugaan pelanggaran hukum oleh Presiden/Wakil Presiden. Ketika nantinya putusan akhir MK menyatakan Presiden bersalah, barulah kemudian usul pemberhentian Presiden dapat diteruskan oleh DPR kepada MPR. Berbeda halnya dengan di Indonesia, dalam sistem ketatanegaraan Islam pemberhentian kepala negara tidaklah melibatkan lembaga yudikatif di dalamnya. Walaupun dalam ketatanegaraan Islam juga memiliki lembaga peradilan (qadhā'iyyah). Untuk menjawab pertanyaan tersebut digunakan penelitian library research dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, tinjauan siyāsah qadhā'iyyah terhadap kewenangan MK dalam pemberhentian Presiden dapat disamakan dengan kewenangan Wilayah al-maẓhālim dalam mengadili berbagai kezaliman, penganiayaan dan kesewenang-wenangan penguasa/kepala negara terhadap rakyatnya. Kemudian, konsep siyāsah qadhā'iyyah relevan dengan konsep peradilan di Indonesia. Keduanya sama-sama merupakan peradilan yang merdeka, mandiri, serta bebas dari pengaruh/intervensi pihak manapun. Berdasarkan hal tersebut, maka konsep siyāsah qadhā'iyyah relevan dengan kewenangan pemberhentian Presiden melalui MK.

References

Abdul Majid. “Mekanisme Impeachment Menurut Hukum Tata Negara.” Al-Mazahib 1, no. 2 (2012): 289–306.

Al-Mawardi. Ahkam Sulthaniyah Sistem Pemerintahan Khalifah Islam. Jakarta: Qisthi Press, 2014.

———. Hukum Tata Negara Dan Kepemimpinan Dalam Takaran Islam. Jakarta: Gema Insani Press, 2000.

Aripin, Jaenal. Peradilan Agama dalam Bingkai Reformasi Hukum di Indonesia. Jakarta: Kencana, 2008.

Ash-Shiddiqie, Teuku Muhammad Hasbi. Peradilan Hukum Acara Islam. Semarang: PT Pustaka Rizki Putra, 2001.

AshShiddieqy, Teungku Muhammad Hasbi. Peradilan & Hukum Acara Islam. Semarang: PT Pustaka Rizki Putra, 2001.

Azhary, Muhammad Tahir. Negara Hukum Suatu Studi Tentang Prinsip-Prinsipnya Dilihat Dari Segi Hukum Islam Implementasinya Pada Periode Negara Madinah Dan Masa Kini. Jakarta: PT Bulan Bintang, 2001.

Dzajuli, A. Fiqh Siyasah: Implementasi Kemaslahatan Umat dalam Rambu-Rambu Syariah. Jakarta: Kencana, 2003.

Faiz, Pan Mohamad, dan Muhammad Erfa Redhani. “Analisis Perbandingan Peran Kamar Kedua Parlemen Dan Kekuasaan Kehakiman Dalam Proses Pemberhentian Presiden.” Jurnal Konstitusi 15, no. 2 (2018). https://www.researchgate.net/publication/327749883_Analisis_Perbandingan_Peran_Kamar_Kedua_Parlemen_dan_Kekuasaan_Kehakiman_dalam_Proses_Pemberhentian_Presiden.

Farkhani. Hukum Tata Negara Pergantian Kepala Negara Perspektif Siyasah Islamiyah Dan Konstitusi Negara Republik Indonesia. Solo: Pustaka Iltizam, 2016.

Indonesia, Mahkamah Konstitusi Republik. Naskah Komprehensif Perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Latar Belakang, Proses dan Hasil pembahasan 1999-2002 Buku I Latar Belakang Proses dan Hasil Perubahan UUD Dasar 1945, (Edisi Revisi). Jakarta: Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan MK, 2008.

Indonesia, Republik. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 (1945).

Iqbal, Mohammad, dan Amin Husein Nasution. Pemikiran Politik Islam Dari Masa Klasik Hingga Indonesia Kontemporer. Jakarta: Kencana, 2010.

Iqbal, Muhammad. Fiqh Siyasah Kontekstualisasi Doktrin Politik Islam. Jakarta: Prenatamedia Group, 2014.

Isharyanto, dan Aryoko Abdurrahman. Penafsiran Hukum Hakim Konstitusi (Studi Terhadap Pengujian Undang-Undang No. 7 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air). Jakarta Barat: Halaman Moeka Publishing, 2016.

Koto, Alaiddin. Sejarah Peradilan Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2012.

Manan, Abdul. Etika Hakim Dalam Menyelenggarakan Peradilan Suatu Kajian Dalam Sistem Peradilan Islam. Jakarta: Prenadamedia Group, 2007.

Masruri, Muhammad Irfan. “Tinjauan Fiqh Siyasah terhadap Independensi Kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi.” Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2021. http://repo.uinsatu.ac.id/19957/.

Maula, Niya Nikmatul. “Agama Dan Negara Dalam Perspektif Muhammad Iqbal Dan Munawir Sjadzali (Studi Komprehensif).” Universitas Islam Negeri SUltan Maulana Hasanuddin Banten, 2019.

Miru, Ikhsan Roland. “Pemberhentian Presiden Dan/Atau Wakil Presiden Dalam Kaitannya Dengan Upaya Mewujudkan Negara Hukum Demokratis Indonesia.” Mimbar Keadilan Jurnal Ilmu Hukum 1 (2017): 66–79. https://doi.org/https://doi.org/10.30996/mk.v0i0.2200.

Muhibbuththabary. Wilayah Al Hisbah Di Aceh (Konsep Dan Implementasi. Banda Aceh: Yayasan PeNa, 2010.

Nasution, Harun. Ensiklopedia Islam Indonesia. Jakarta: Djambatan, 1992.

Pulungan, J. Suyuti. Fiqh Siyasah. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 1994.

Sanusi, Uci. “Pemakzulan Presiden Di Indonesia Studi Putusan Final Dan Mengikat Oleh Mahkamah Konstitusi Untuk Menciptakan Kepastian Hukum.” Jurnal Supremasi Hukum 7, no. 2 (2018): 93. https://doi.org/10.14421/sh.v7i2.2042.

Sari, Mulia, Zahlul Pasha Karim, dan Muhammad Siddiq Armia. “Analisis Siyāsah Qaḍhā’iyyah Terhadap Pemberhentian Presiden Melalui Mahkamah Konstitusi.” Jurnal APHTN-HAN: Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara 2, no. 1 (2023): 37–62. https://doi.org/10.55292/japhtnhan.v2i1.56.

Sjuhad, Miftachus, dan Fatkhrurohman. “Memahami Pemberhentian Presiden (Impeachment) Di Indonesia (Studi Perbandingan Pemberhentian Presiden Soekarno Dan Presiden Abdurrahman Wahid).” Jurnal Konstitusi 3, no. 1 (2010): 165.

Soimin, dan Mashurianto. Mahkamah Konstitusi dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia. Yogyakarta: FH UII Press, 2013.

Sultan, Lomba. “Kekuasaan Kehakiman Dalam Islam Dan Aplikasinya Di Indonesia.” Jurnal Al-Ulum 13, no. 2 (2013): 435–52. https://www.academia.edu/122625501/Kekuasaan_Kehakiman_dalam_Islam_dan_Aplikasinya_di_Indonesia.

Sutiyoso, Bambang. “Kewenangan Mahkamah Konstitusi Dalam Pemakzulan Presiden Dan/Atau Wakil Presiden Di Indonesia.” Jurnal Konstitusi 7, no. 1 (2010): 95. https://doi.org/10.31078/jk%25x.

Syarif, Mujar Ibnu, dan Khamami Zada. Fiqh Siyasah Doktrin Dan Pemikiran Politik Islam. Jakarta: Penerbit Erlangga, 2008.

Syuhada, Edi Yuhermansyah, dan Ulfa Yuranisa. “Analysis of the Supreme Court’s Decision Regarding the Judicial Review of the Governor of Aceh Regulation Number 5/2018: The Siyasah Al-Qadhaiyyah Approach [Analisis Siyasah Al-Qadhaiyyah Terhadap Putusan Mahkamah Agung Nomor 39 P/Hum/2018 tentang Uji Mat.” Legitimasi Jurnal Hukum Pidana dan Politik Hukum 10, no. 1 (2021): 1–24. https://doi.org/https://doi.org/10.22373/legitimasi.v10i1.10514.

Winowoda, Oklin Riinan, dan Akmal Quddus. “Kinerja Wilayatul Hisbah dalam Pelaksanaan Syariat Islam di Kota Banda Aceh Provinsi Aceh.” Jurnal Media Demokrasi 3, no. 2 (2021): 44–63. https://123dok.com/document/qmj959x5-kinerja-wilayatul-hisbah-dalam-pelaksanaan-syariat-islam-provinsi.html.

Zallum, Abdul Qadim. Sistem Pemerintah Islam. Bangil: Al-Izzah, 2002.

Downloads

Published

2026-05-11

How to Cite

Rosada, I., & Anshory, N. (2026). Analisis Qadhā’iyyah Siyāsah Mengenai Pemecatan Presiden Melalui Mahkamah Konstitusional. Pemuliaan Hukum, 9(1), 19–39. https://doi.org/10.30999/ph.v9i1.4139

Citation Check

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.