Tafsir Tarbawi atas Tujuan Pendidikan Islam: Pengembangan Potensi Manusia Secara Utuh (Jasmani dan Rohani) dalam QS. An-Nahl Ayat 78

Authors

  • Yati Rumiati Romlah Universitas Islam Nusantara, Bandung,, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30999/an-nida.v14i3.4161

Keywords:

Tafsir Tarbawi, Tujuan Pendidikan Islam, Potensi Manusia, Jasmani dan Rohani, Insan Kamil

Abstract

Penelitian ini mengkaji tujuan utama pendidikan Islam yang menitikberatkan pada pengembangan potensi manusia secara utuh, baik jasmani maupun rohani, melalui pendekatan tafsir tarbawi atas QS. An-Nahl (16): 78 dan hadis tentang penyempurnaan akhlak mulia (makarim al-akhlaq). Penelitian menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis, dengan sumber primer berupa karya tafsir klasik dan kontemporer dari Ibnu Katsir, al-Thabari, al-Razi, al-Maraghi, al-Zuhaili, dan M. Quraish Shihab, yang dibaca secara komparatif lalu direkonstruksi menjadi proposisi kependidikan. Hasil penelitian menunjukkan tiga hal. Pertama, QS. An-Nahl (16): 78 meletakkan fondasi antropologis pendidikan: manusia lahir tanpa pengetahuan namun dibekali tiga instrumen epistemik, yaitu pendengaran (al-sam'), penglihatan (al-absar), dan hati-akal (al-af'idah), yang pengembangannya menjadi objek formal pendidikan. Kedua, para mufassir sepakat bahwa al-af'idah berfungsi sebagai pusat pemahaman yang mengolah data indrawi, sehingga dimensi jasmani dan rohani bekerja sebagai satu sistem terpadu, bukan dua wilayah yang terpisah. Ketiga, hadis makarim al-akhlaq menempatkan akhlak sebagai puncak tujuan pendidikan, sehingga ranah afektif berada di atas sekadar akumulasi kognitif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tujuan pendidikan Islam adalah pembentukan insan kamil, yakni hamba yang bersyukur (syakir), berilmu, berakhlak mulia, dan mampu menjalankan amanah kekhalifahan. Kontribusinya terletak pada penawaran taksonomi tujuan pendidikan berbasis Al-Qur'an sebagai alternatif atas rumusan parsial yang berbias kognitif dan masih mendominasi praktik kurikulum madrasah dan sekolah.

References

Al-Qur'an al-Karim.

Al-Attas, S. M. N. (1980). The concept of education in Islam: A framework for an Islamic philosophy of education. Muslim Youth Movement of Malaysia (ABIM).

Al-Bukhari, M. ibn I. (2003). Al-adab al-mufrad. Dar al-Basha'ir al-Islamiyyah.

Al-Ghazali, A. H. (2005). Ihya' 'ulum al-din. Dar Ibn Hazm.

Al-Maraghi, A. M. (1946). Tafsir al-Maraghi (Vol. 14). Matba'ah Mustafa al-Babi al-Halabi.

Al-Razi, F. (1981). Mafatih al-ghayb (al-Tafsir al-kabir) (Vol. 20). Dar al-Fikr.

Al-Syaibany, O. M. T. (1979). Falsafah pendidikan Islam (H. Langgulung, Trans.). Bulan Bintang.

Al-Thabari, M. ibn J. (2000). Jami' al-bayan fi ta'wil ay al-Qur'an (Vol. 17). Mu'assasah al-Risalah.

Al-Zuhaili, W. (2003). Al-tafsir al-munir fi al-'aqidah wa al-shari'ah wa al-manhaj (Vol. 14). Dar al-Fikr.

Anwar, S., & Umam, H. (2020). Transformative education: Emphasizing 21st century skills and competencies in the independent learning curriculum. AIM: Journal of Islamic Education Management, 1(1), 1–16. https://doi.org/10.15575/aim.v1i1.28886

Daradjat, Z. (1996). Ilmu pendidikan Islam. Bumi Aksara.

Ibnu Katsir, I. (2000). Tafsir al-Qur'an al-'azim (Vol. 4). Dar Thayyibah.

Ibnu Rajab al-Hanbali, A. (2001). Jami' al-'ulum wa al-hikam. Mu'assasah al-Risalah.

Langgulung, H. (1987). Manusia dan pendidikan: Suatu analisa psikologi dan pendidikan. Pustaka Al-Husna.

Malik ibn Anas. (1985). Al-muwatta'. Dar Ihya' al-Turath al-'Arabi.

Nata, A. (2003). Pemikiran pendidikan Islam: Gagasan dan pemikiran tokoh-tokoh besar Islam. RajaGrafindo Persada.

Panggabean, A., Fachrizal, A., & Hanum, A. (2024). Tujuan pendidikan Islam dalam penanaman sistem nilai berbasis Al-Qur'an dan hadis.

Ramayulis. (2005). Ilmu pendidikan Islam. Kalam Mulia.

Shihab, M. Q. (2000). Tafsir al-Mishbah: Pesan, kesan, dan keserasian Al-Qur'an (Vol. 7). Lentera Hati.

Downloads

Published

2026-06-10

Issue

Section

Article

Citation Check