Otoritas Keagamaan di Era Digital: Tantangan Disinformasi, Dakwah Digital, dan Rekonfigurasi Wewenang Ulama

Authors

  • Muhamad Yasin SMK Radita Yudha Pagaden, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30999/an-nida.v14i1.4158

Keywords:

Otoritas Keagamaan, Dakwah Digital, Disinformasi, Media Sosial, Ulama, Netnografi

Abstract

Kemajuan eksponensial teknologi digital telah mengubah lanskap keagamaan di Indonesia secara fundamental, memicu pergeseran mendalam dari otoritas keagamaan berbasis institusi tradisional menuju otoritas yang terfragmentasi di ruang siber. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif dampak ekosistem digital terhadap struktur otoritas ulama, penyebaran disinformasi keagamaan, dan transformasi metodologi dakwah. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode netnography (netnografi), penelitian ini mengkaji interaksi, konten, dan pola narasi keagamaan di berbagai platform media sosial utama (YouTube, TikTok, dan Instagram). Hasil penelitian mengungkap tiga fenomena utama. Pertama, algoritma media sosial yang memprioritaskan engagement (keterlibatan) emosional bertindak sebagai katalisator kuat bagi penyebaran disinformasi dan radikalisme, yang secara signifikan mengaburkan batas antara kebenaran teologis dan popularitas semata. Kedua, fenomena "Dakwah Digital" telah memicu komodifikasi dan pendangkalan makna agama—yang dikonseptualisasikan sebagai McDonaldisation of religion—di mana ajaran yang mendalam direduksi menjadi konten visual instan yang disesuaikan untuk konsumsi massa. Ketiga, terdapat rekonfigurasi wewenang ulama yang nyata; legitimasi "otoritas epistemik" yang berakar pada sanad keilmuan pesantren kini semakin ditantang oleh "otoritas performatif" yang dimainkan oleh micro-celebrity preachers. Penelitian ini menyimpulkan bahwa otoritas keagamaan di era digital pada hakikatnya bersifat hibrida dan cair, sehingga menuntut adanya literasi digital yang kritis di kalangan umat serta adopsi strategi komunikasi digital yang adaptif oleh institusi keagamaan tradisional.

References

Anwar, S., Maulani, F., Lutfiah, W., Syadiah, S. I. H., & Azizah, A. S. N. (2025). Integrasi nilai ketauhidan dan ekopedagogi dalam kurikulum madrasah ibtidaiyah untuk penguatan karakter peduli lingkungan. TSAQAFATUNA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 7(1).

Anwar, S., & Sulaeman, I. (2025). SWOT analysis as a strategic approach in improving education quality. Shibyan: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 3(1), 1–13. https://doi.org/10.30999/shibyan.v3i1.3786

Anwar, S., & Umam, H. (2020). Transformative education: Emphasizing 21st century skills and competencies in the independent learning curriculum. AIM: Journal of Islamic Education Management, 1(1), 1–16. https://doi.org/10.15575/aim.v1i1.28886

Anwar, S., & Umam, H. (2025). Globalization and the crisis in Islamic education: Al-Attas’ epistemological response and the reconstruction of adab-based pedagogy. JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama Dan Kemanusiaan, 11(1), 135–149. https://doi.org/10.24235/jy.v11i1.21161

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia [APJII]. (2024). Survei penetrasi & perilaku pengguna internet Indonesia tahun 2024. APJII.

Bakar, A. A., Mulyanto, A., Suherman, U., & Anwar, S. (2025). Kiai’s leadership strategy in improving ustaz competence at Pondok Pesantren Al-Fauzanniyah Sukaresmi Garut. Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 8(02). https://doi.org/10.30868/im.v8i02.8746

Bunt, G. R. (2018). Hashtag Islam: How cyber-Islamic environments are transforming religious authority. University of North Carolina Press.

Campbell, H. A. (2010). When religion meets new media. Routledge.

Eickelman, D. F., & Piscatori, J. (1996). Muslim politics. Princeton University Press.

Firdaus, A. D., Suryadi, I., & Anwar, S. (2026). Transformation and organizational resilience: PAI strategies in facing global challenges in the digital era. Jurnal Visionary: Penelitian Dan Pengembangan Dibidang Administrasi Pendidikan, 14(1), 152–160.

Henyar, M. (2019). The marketing of Islamic spiritualism in Indonesia. Gramedia Pustaka Utama.

Hjarvard, S. (2008). The mediatization of society: A theory of the media as agents of social and cultural change. Nordicom Review, 29(2), 105–134.

Husein, F. (2017). The revival of Riya’: Displaying Muslim piety in the new media era. Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies, 55(2).

Kozinets, R. V. (2010). Netnography: Doing ethnographic research online. SAGE Publications.

Maryati, N. M., Hidayat, H., Sulastri, N., & Anwar, S. (2025). School management in preventing bullying in primary schools. Journal of Innovation and Research in Primary Education, 4(4), 1891–1903. https://doi.org/10.56916/jirpe.v4i4.1770

Nisa, E. F. (2018). Social media and the birth of an Islamic social movement: ODOJ (One Day One Juz) in Indonesia. Indonesia and the Malay World, 46(134), 24–43.

Ritzer, G. (2011). The McDonaldization of society. Pine Forge Press.

Rusmalawati, S. R., & Mulyadi, S. (2024). Manajemen kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru sekolah dasar. Research and Development Journal Of Education, 10(2), 1013–1026. https://doi.org/10.30998/rdje.v10i2.25791

Setiawati, D. T., Halimah, S., & Budiyanti, Y. (2024). Pengaruh model pembelajaran project based learning dan minat belajar terhadap hasil belajar PAI. Research and Development Journal of Education, 10(1), 169. https://doi.org/10.30998/rdje.v9i2.21144

Slama, M. (2017). A subtle economy of time: Social media and the transformation of Indonesia’s Islamic preacher economy. Economic Anthropology, 4(1).

Suherman, U., Cipta, E. S., Anwar, S., Kadir, W. A., Fakhrurrozi, M. F., Namira, S. H., & Halimatussadiyah, W. (2025). Implementing a kindness-based leadership strategy in Islamic elementary education. EDUKASIA: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 6(1), 281–292. https://doi.org/10.62775/edukasia.v6i1.1384

Sulastri, N., Anwar, S., Suherman, U., & Cipta, E. S. (2024). Deep learning-based planning model for Islamic education in Indonesian integrated schools. EDUKASIA Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 5(2), 645–658. https://doi.org/10.62775/edukasia.v5i2.1734

Turner, B. S. (2007). Religious authority and the new media. Theory, Culture & Society, 24(2), 117–134.

Ulfah, U., & Anwar, S. (2024). Inovasi digital dalam pendidikan Islam: Meningkatkan kualitas pembelajaran dan keterlibatan mahasiswa. ULUL ALBAB: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(1), 58–76. https://doi.org/10.30999/ululalbab.v2i1.3521

Wahid, D. (2012). Challenging religious authority: The emergence of Salafi Ustadz in Indonesia [PhD Dissertation]. Utrecht University.

We Are Social & Hootsuite. (2024). Digital 2024: Indonesia.

Weber, M. (1947). The theory of social and economic organization. Free Press.

Widjaya, C. R. A. (2026). Enhancing university students’ critical thinking skills through the implementation of critical multiliteracy pedagogy. Education Research and Inovation, 2(2), 56–64.

Downloads

Published

2025-10-20

Issue

Section

Article

Citation Check