Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Kedisiplinan Siswa Melalui Ekstra Kurikuler Kultum dan Shalat Berjama’ah

Nurdin Nurdin

Abstract


Permasalahan pembinaan siswa di sekolah merupakan permasalahan yang belum terpecahkan sejalan dengan kompleksitas perubahan lingkungan yang begitu cepat dan dinamis, hal ini terjadi karena belum optimalnya perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasian dan penilaian yang dilakukan. Pembinaan siswa terus diupayakan oleh kepala sekolah, guru bimbingan dan konseling, maupun guru PAI, baik melalui kegiatan pembelajaran (kurikuler) maupun ekstrakurikuler, akan tetapi belum memberikan dampak yang optimal bagi peningkatan akhlak siswa baik ditinjau dari sisi proses maupun output pembinaan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, karena penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran yang mendalam. Dari sisi perencanaan, pembinaan yang dilakukan guru PAI selama ini lebih banyak penekanannya pada perencanaan administratif sehingga kurang memperhatikan bidang pengajaran, maupun bimbingan dan penyuluhan, dari sisi pelaksanaan, guru PAI belum optimal dalam menggerakan siswa serta memberikan dorongan agar mereka mengamalkan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, dari sisi penilaian, selama ini penilaian terhadap akhlak siswa masih bersifat subyektif, karena berdasarkan pada nilai Pendidikan Agama Islam yang diperoleh dari ulangan harian, maupun ujian-ujian lainnya serta praktek ibadah di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang: 1) Memperoleh gambaran tentang upaya guru PAI dalam membina kedisiplinan siswa melalui ekstrakurikuler kultum dan shalat berjama’ah, 2) Memperoleh gambaran tentang hasil guru PAI dalam membina kedisiplinan siswa melalui ekstrakurikuler kultum dan shalat berjama’ah, dan 3) Memperoleh gambaran tentang faktor pendukung dan penghambat guru PAI dalam membina kedisiplinan siswa melalui ekstrakurikuler kultum dan shalat berjama’ah di SD Negeri Sukasari Kecamatan Cikijing. Hasil penelitian ini sebagai berikut, 1) terdapat peningkatan sikap siswa dalam mentaati tata tertib, hal ini dapat terlihat semakin berkurangnya pelanggaran tata tertib, 2) meningkatnya keimanan siswa, hal ini dapat terlihat animo siswa yang sholat dhuha, sholat dhuhur berjama’ah, 3) adanya peningkatan sikap siswa yang berakhlak, hal ini dapat terlihat saling mengucapkan salam bukan hanya bertemu guru saja melainkan juga bertemu sesama teman, dan 4)  meningkatnya prestasi belajar siswa, hal ini dapat terlihat adanya kenaikan nilai ujian. 


Keywords


Guru; Jamaah; Kedisiplinan

Full Text:

PDF

References


A. Samana (2008). Menjadi Guru Profesional, Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

, (1994). Profesionalisme Keguruan. Yoyakarta: Kanisius.

Al-Abrasyi, Athiyah. 1993. Dasar-dasar Pokok Pendidikan Islam. Jakarta: Bulan Bintang.

Badudu, Jus (2002). Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Jakarta: Pustaka Jaya

E.B.Hurlock, (1990). Psikologi Perkembangan Edisi 5, Jakarta: Erlangga.

Mulyasa, E. (2009). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Press.

Piet. A Sahertian dan Frans Mataheru. (1994). Prinsip Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional

Sardiman A.M, (1992). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers.

Slamet, 2003, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, Cet. IV, Jakarta: Rieneka Cipta.

Zuhairini. (1983), Metodik Khusus Pendidikan Agama, (Surabaya: Usaha Nasional).




Journal Pendidikan Agama Islam An Nida Pascasarjana PAI UNINUS published by Magister Islamic Education, Faculty of Islamic Education, Universitas Islam Nusantara Bandung-Indonesia Jl. Soekarno Hatta No 530 Kota Bandung 40286. It is published in printed and electronic form.

Index in:

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 4.0 Internasional.