EFEKTIVITAS TEKNIK THE THREE PERIOD LESSON DALAM METODA MONTESSORI TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL WARNA DASAR BAGI ANAK TUNAGRAHITA SEDANG KELAS IV DI SLB PUSPPA SURYAKANTI BANDUNG

Penulis

  • Euis Nani Mulyati Universitas Islam Nusantara
  • Fajar Indra Septiana Universitas Islam Nusantara
  • Asri Yusdianti Universitas Islam Nusantara

DOI:

https://doi.org/10.30999/jse.v8i1.2276

Kata Kunci:

The three period lesson, metoda Montessori, anak tunagrahita sedang, kemampuan mengenal warna dasar

Abstrak

Kemampuan mengenal warna merupakan salah satu aspek dalam kemampuan kognitif. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi adanya anak tunagrahita sedang kelas IV belum mengenal warna dasar dengan konsisten. Kondisi tersebut disebabkan oleh keterbatasan kemampuan berpikir anak, sehingga kesulitan untuk memahami hal-hal yang berkaitan dengan akademik. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh data seberapa efektif teknik the three period lesson dalam metoda Montessori terhadap kemampuan mengenal warna dasar bagi anak tunagrahita sedang kelas IV di SLB PUSPPA SURYAKANTI Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A’. Subjek penelitian merupakan dua anak tunagrahita sedang kelas IV. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes perbuatan dan observasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tes kemampuan mengenal warna dasar dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif yang ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik. Dalam penelitian ini diketahui bahwa panjang fase baseline-1 (A) = 3, intervensi (B) = 8 dan baseline-2 (A’) = 3. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mengenal warna dasar pada kedua subjek penelitian yaitu dengan ditandai oleh berkurangnya frekuensi kesalahan pada tes kemampuan awal (baseline-1) dengan hasil tes kemampuan akhir (baseline-2) atau setelah diberikan intervensi menggunakan teknik the three period lesson dalam metoda Montessori. Simpulan dari penelitian ini adalah teknik the three period lesson dalam metoda Montessori efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan mengenal warna dasar pada anak tunagrahita sedang Kelas IV di SLB PUSPPA SURYAKANTI Bandung. Hasil penelitian ini direkomendasikan bagi guru bahwa teknik the three period lesson ini sebaiknya dijadikan sebagai alternatif dan menjadi referensi yang dapat dilakukan dalam pembelajaran bagi anak tunagrahita sedang.

Referensi

AAIDD. (2010). Intellectual Disability: Defition, Classification and System of Supports. USA: AAIDD.

American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and Statistical Manual of

Mental Disorder Edition (DSM-V). Washington: American Psychiatric

Publishing.

Amin, Moh. (1995). Orthopedagogik Tunagrahita. Jakarta: Depdikbud.

Anderlik, Lore. (1996). Ein Weg Für alle, Leben mit Montessori, Montessori-Therapie und Heilpädagogik in der praxis. Dortmund: Verlag modernes lernen.

Anderlik, Lore. (2016). Montessori-Ein Weg zur Inklusion, Überlegungen aus der Praxis-für die Praxis. Dortmund: Verlag modernes lernen.

Astati, & Mulyati, Lis. (2015). Pendidikan Anak Tunagrahita. Bandung: CV AMANAH OFFSET.

Creswell, J. W. (2016). Reserch Design; Penelitian kualitatif, kuantitatif dan Campuran (Edisi ke 4). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Creswell, J. W. (2010). Reserch Design; Penelitian kualitatif, kuantitatif dan Mixes. (Edisi ke 3). Yogykarta: Pustaka Pelajar.

Dattke, Joachim. (2016). Teori buch Montessori. Modul. Muenchen: Kinderzentrum Muenchen.

Dunn, John.M & Leitschuh, Carol.A. (2014). Special Physical Education. Lowa : Kendall / Hunt Publishing Company.

Gutek, L.G. (2015). Metode Montessori. Terjemahan Ahmad Lintang Lazuardi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Jackson, W L Rebecca. (2011). The Montessori Method’s Use Of Seguin’s The Three-Period Lesson And Its Impact On The Book Choises And Word Learning Of Students Who Are Deaf Or Hard Of Hearing. Columbia University.

Mangunsong, Frieda. (2009). Psikologi dan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus. (Jilid Kesatu). Depok: LPSP3 UI.

Paramita, D Vidya. (2018). Jatuh Hati Pada Montessori. Yogyakarta: Bentang Pustaka.

Savitri, M Ivy. (2019). Montessori for Multiple Intelligences. Yogyakarta: Bentang Pustaka.

Soendari, Tjutju & Nani M, Euis. (2015). Asesmen Dalam Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus. Bandung: CV AMANAH OFFSET.

von Loh, Siegrun. (2017). Entwicklungsstörungen bei Kindern. Medizinisches Grundwissen für pädagogische und therapeutische Berufe. Stuttgart: Kohlhammer.

Yayasan Surya Kanti, Tim. (2003). Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita. Bandung: GTZ.

Diterbitkan

2022-09-27

Terbitan

Bagian

Articles