PENGARUH PEMBIAYAAN BAGI HASIL DAN PEMBIAYAAN SEWA TERHADAP PEMBIAYAAN BERMASALAH DIMODERASI OLEH INFLASI

Muhammad Wandisyah R Hutagalung, Sarmiana Batubara

Abstract


Selama periode krisis moneter, bank syariah masih dapat menunjukan kinerja yang relatif lebih baik dibandingkan dengan lembaga keuangan konvensional. Hal tersebut dapat dipahami  mengingat tingkat pengembalian perbankan Syariah tidak tidak mengacu pada tingkat suku bunga. Bank berfungsi menghimpun dana dari masyarakat yang kelebihan dana (surplus) dan menyalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan dana (defisit). Pembiayaan yang disalurkan bisa saja mengalami wanprestasi, dengan kata lain kegagalan terhadap pengembalian atas pembiayaan yang diterima oleh nasabah. Hal seperti ini disebut dengan pembiayaan bermasalah atau Non Performing Financing (NPF). NPF merupakan resiko dari adanya pembiayaan yang disalurkan oleh bank kepada nasabah. Penelitian ini merupakan penelitian regresi berganda dengan menggunakan variabel moderasi dengan metode Moderated Regression Analysys (MRA) dengan 60 sampel dari laporan keuangan perbankan syariah di Indonesia. Hasil penelitian ni menunjukkan bahwa Pembiayaan Bagi Hasil dan Pembiayaan Sewa memiliki pengaruh yang siginifikan terhadap Pembiayaan Bermasalah. Sedangkan Inflasi sebagai variabel moderasi tidak mmampu memperlemah atau menguatkan pengaruh Pembiayaan Bagi Hasil terhadap Pembiayaan Bermasalah maupun Pengaruh Pembiayaan Sewa terhadap Pembiayaan Bermasalah

Full Text:

PDF


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Islam Nusantara Nusantara Bandung.

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 4.0 Internasional.