Transaksi Kerja sama Bagi Hasil dalam Akad Muzara’ah (Studi Kasus di Desa Jati Kec. Tarogong Kaler Kab. Garut)

Enceng Iip Syaripudin

Abstract


Makalah ini terdiri atas bagian pendahuluan, bagian isi yang fokus pembahasannya pada masalah Transaksi Kerja sama Bagi Hasil dalam Akad Muzara’ah yang terjadi Desa Jati Kec. Tarogong Kaler Kab. Garut, dalam Kajian Ekonomi Islam dan bagian kesimpulan. Pada bagian pendahuluan makalah ini dikemukakan latar belakang masalah yang selanjutnya melahirkan pokok masalah tentang  Transaksi Kerja Sama Bagi Hasil Akad Muzara’ah yang terjadi di Desa Jati Kec. Tarogong Kaler dalam Kajian Ekonomi Islam. masalahnya adalah, bagaimana Kajian ekonomi Islam tentang Transaksi Kerja Sama bagi hasil Muzara’ah, bagaimana pengungkapan term-term terkait dengan Muzara’ah dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits, bagaimana analisis tekstual dan kontektual ayat dan Al-Hadits tentang Praktek Muzara’ah terhadap kontek ekonomi slam. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1). Untuk mengetahui sistem bagi hasil Muzara’ah yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Jati Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut. Dan 2). Untuk mengetahui analisis ekonomi Islam tentang sistem bagi hasil Muzara’ah yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Jati Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut. Penelitian  ini merupakan jenis penelitian fiel research dengan menggunakan metode deskriftif analitis melalui pendekatan kualitatif. Sumber data diperoleh dari data primer yaitu responden yakni para pelaku praktek sistem bagi hasil Muzara’ah yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Jati Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut dan data sekunder berupa Al-Qur’an, Al-Hadits dan literatur-literatur yang mendukung penelitian ini. Adapun teknik pengumpulan data yaitu dengan interview, observasi. Adapun metode analisa data yang peneliti gunakan adalah dengan teknik induktif dan deduktif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa praktek sistem bagi hasil pertanian (Muzara’ah) yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Jati Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut sudah memenuhi syarat dan rukun muzara’ahh. Namun, ada beberapa hal yang perlu dibenahi seperti seperti akad yang tidak dituliskan pengelolaan lahan dan pembagian bagi hasil dari pengelolaan lahan. Dengan ketidak jelasan hal tersebut, akan menimbulkan hal-hal yang tidak diharapkan.


Full Text:

PDF


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Islam Nusantara Nusantara Bandung.

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 4.0 Internasional.