KEUNGGULAN DINAR DAN DIRHAM SEBAGAI MATA UANG PERSPEKTIF AL - GHAZALI DAN IBNU TAIMIYAH

M. Zidny Nafi Hasbi

Abstract


Tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran mata uang sangat memudahkan manusia dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dibandingkan sistem barter. Sebelum mengenal uang kertas seperti sekarang, dulu manusia menggunakan mata uang dari emas dan perak yang dikenal dengan dinar dan dirham. Banyak sekali ilmuwan muslim yang telah memberikan sumbangsih besar dalam pemikirannya tentang konsep dinar dan dirham sebagai mata uang dalam Islam. Diantaranya adalah al Ghazali dan Ibnu Taimiyah. Al Ghazali sangat menyadari peran penting dinar dan dirham sebagai mata uang. Sementara Ibnu Taimiyah memberikan banyak kritikan terhadap penguasa yang mencetak uang fulus dan memberhentikan penggunaan dinar dan dirham. Karena hal itu menyebabkan inflasi dan kerusakan sistem moneter.


Full Text:

PDF


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Islam Nusantara Nusantara Bandung.

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 4.0 Internasional.