Transfer Pengetahuan di Perpustakaan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia

Bumi Achmad Ragili, Yunus Winoto, Andri Yanto

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses transfer pengetahuan yang ada di Perpustakaan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Pendekatan studi kasus yang digunakan dalam penelitian ini adalah untuk melihat kejadian sebenarnya dari aktivitas pustakawan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa proses sosialisasi di Perpustakaan Kemenkumham terjadi melalui diskusi pustakawan dan pimpinan. Proses eksternalisasi dilakukan melalui kegiatan pustakawan yang dituangkan ke dalam bentuk baru. Proses kombinasi dilakukan dengan mengumpulkan, mentransfer atau menyebarkan, dan mengolah informasi maupun pengetahuan yang diperoleh dari tahap eksternalisasi ke dalam laporan tahunan. Proses internalisasi di Perpustakaan Kemenkumham belum optimal dilakukan dikarenakan pustakawan masih berfokus pada kegiatan pengolahan perpustakaan. Namun dalam hal ini, dokumen laporan tersebut dapat menjadi pengetahuan baru bagi pustakawan maupun organisasi. Hambatan yang ada di Perpustakaan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yaitu pada sumber daya manusia dan anggaran untuk kegiatan perpustakaan seperti workshop maupun pelatihan yang dapat menjadi media promosi perpustakaan. Transfer pengetahuan di Perpustakaan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dilakukan melalui sosialisasi, eksternalisasi, kombinasi, dan internalisasi.


ABSTRACT

This paper aims to know how the knowledge transfer process runs in the Library of Ministry of Law and Human Rights. The method used in this paper is qualitative research were taken through interviews, observation and documentation studies. A case study approach is used on this paper by seeing reality from librarian activites. The results of this paper indicate that socialization in the Kemenkumham Library occurs through discussion of librarians and the leaders. Externalization is carried out through librarian activities which are poured into new forms. Combination is done by collecting, transferring or disseminating, and processing information and knowledge obtained from the externalization stage into the annual report. Internalization has not yet been optimized because librarians are still focusing on library processing activities. Moreover, the report documents can become new knowledges for librarians and organizations. The existing obstacles in knowledge transfer process in Kemenkumham Library are in human resources and the budget for library activities such as holding workshops and training activities that can be a media for library promotion. Knowledge Transfer  in the Library of the Ministry of Law and Human Rights are carried out through a process of socialization, externalization, combination, and internalization.

Keyword: Knowledge Management; Knowledge Transfer; Employee, Kemenkumham



Keywords


managemen pengetahuan; transfer pengetahuan; pegawai, Kemenkunham

References


Chen, D. Y. T., Chu, S. K. W., & Xu, S. Q. (2012). How do libraries use social networking sites to interact with users. Proceedings of the ASIST Annual Meeting, 49(1). https://doi.org/10.1002/meet.14504901085

Glassop, L. L. (2002). The organizational benefits of teams. Human Relation, 55(2), 225–249.

Indriartiningtias, R., & Mafrufah, I. (2012). Analisis Pengaruh Transfer Pengetahuan Terhadap Kelompok Tani Pengolah Salak Di Bangkalan. Prosiding Seminas, 1(2).

Lee, H. W. (2005). Knowledge management and the role of libraries. Proceedings of the 3rd China-US Library Conference, 22–25.

Nonaka, I. & Takeuchi, H. (1995). The knowledge-creating company: how Japanese companies create the dynamics of innovation. Oxford: Oxford University Press.

Nurbaiti, A. Z. N. (2013). Implementasi knowledge sharing terhadap kinerja pustakawan di Kantor Perpustakaan, Arsip Dan Dokumentasi Kabupaten Sukoharjo. Skripsi. Semarang: UNDIP.

Parindra, R. L. G. (2018). Pengelolaan informasi dan dokumentasi “knowledge sharing pada tbm warung pasinaon” bergas. Nusantara-Journal of Information and Library Studies, 1(1), 66-80.

Rahardjo, M. (2017). Studi kasus dalam penelitian kualitatif: konsep dan prosedurnya. Journal of Personality and Social Psychology (Vol. 1). https://doi.org/10.1111/j.1469-7610.2010.02280.x

Rodin, R, Kismiyati, T. & Margono, T. (2015). Implementasi knowledge sharing sebagai upaya peningkatan efetifitas keprofesionalan pustakawan (Studi kasus di Perpustakaan STAIN Curup. Media Pustakawan, 23(5), 123-139.

Rodin, R. (2018, Desember 17-20). Pustakawan Ahli Madya. (B. A. Ragili, Pewawancara)

Sangkala. (2007). Knowledge Management: Suatu Pengantar Memahami Bagaimana Organisasi Mengelola Pengetahuan Sehingga Menjadi Organisasi Yang Unggul. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.

Syam, A. M. (2017). Penerapan "knowledge sharing" di perpustakaan. JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi), 2(2), 261-272.

Sugiyono. (2015). Memahami penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Tobing, L. P. (2007). Knowledge management: konsep, arsitektur, dan implementasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Yin, R. K. (2014). Studi kasus desain dan metode. Jakarta: Rajagrafindo Persada.




DOI: http://dx.doi.org/10.30999/n-jils.v3i1.797

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Creative Commons License

Nusantara Journal of Information and Library Studies
Program studi ilmu perpustakaan dan Informasi Fakultas Ilmu Komunikasi
Universitas Islam Nusantara
Jln. Soekarno-Hatta No.530, Sekejati, Buahbatu, Kota Bandung, Jawa Barat, 40286
Email: jils.uninus@gmail.com

Statistik Kunjungan