INCLUSIVE: Journal of Special Education http://ojs.uninus.ac.id/index.php/Inclusi INCLUSIVE: Jurnal of Special Education merupakan terbitan berkala ilmiah enam bulanan yang memuat naskah di bidang Pendidikan Luar Biasa. Ruang lingkupnya berupa hasil penelitian dan kajian analitis-kritis tentang Media Pembelajaran PLB, Strategi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, serta hal lain dalam ruang lingkup Pendidikan Luar Biasa. Adapun waktu penerbitannya adalah pada bulan Februari dan bulan Agustus dengan nomor P-ISSN 2502 437X Universitas Islam Nusantara en-US INCLUSIVE: Journal of Special Education 2502-437X lisensi yang digunakan harus dicantumkan PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MERAWAT DIRI PADA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS VII DI SLBN 1 CIMAHI http://ojs.uninus.ac.id/index.php/Inclusi/article/view/2272 Orang tua anak tunagrahita ringan seharusnya dapat berperan meningkatkan kemampuan merawat diri anaknya. Kondisi orang tua anak tunagarahita ringan di SLBN Cimahi masih kurang optimal dalam memberikan kemudahan, dorongan dan membantu anak tunagrahita apabila menghadapi kesulitan dalam merawat diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana peran orang tua dalam meningkatkan kemampuan merawat diri pada anak tunagrahita ringan kelas VII di SLBN 1 Cimahi. Dalam Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjeknya guru, tehnik pengumpulan datanya observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua anak tunagrahita ringan masih perlu memaksimalkan dalam memberikan kemudahan, memberikan dorongan dan memberikan bantuan dalam menghadapi masalah pada waktu anak tuna grahita sedang melakukan berbagai kegiatan merawat diri. Ayi N Hidayat N Dede Khoeriah Copyright (c) 2022 INCLUSIVE: Journal of Special Education 2022-09-27 2022-09-27 8 1 10.30999/jse.v8i1.2272 PENGEMBANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN MENCUCI PERALATAN MAKAN BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN JENJANG SMA LB http://ojs.uninus.ac.id/index.php/Inclusi/article/view/2273 <p>Memerlukan Program Pembelajaran mencuci peralatan makan yang digunakan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Yakalimu Wanayasa memerlukan penambahan di beberapa aspek. Hal ini perlu dilakukan karena disesuaikan dengan kebutuhan lapangan, dalam hal ini di Rumah Makan Saung Panuju sebagai tempat Anak Tunagrahita melalukan pembelajaran melalui magang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk Pengembangan Propgram Pembelajaran mencuci piring melalui magang di Rumah Makan, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi dokumentasi, diskusi terpumpun, dan validasi. Subjek penelitian terdiri dari 1 (satu) orang Guru Keterampilan dan 3 (tiga) orang anak tunagrahita kelas XI. Hasil penelitian diperoleh pengembangan program yang dilandasi atas kebutuhan di lapangan di mana program sebelumnya pembelajaran mencuci peralatan makan hanya dilakukan di Sekolah, dalam Program pembelajaran hasil pengembangan pembelajaran keterampilan mencuci peralatan makan di lakukan di Rumah Makan saung Panuju. Tujuannya agar anak tunagrahita dapat secara langsung mempelajari situasi yang nyata manfaatnya Ketika nanti bekerja di tempat tersebut anak tunagrahita sudah terbiasa. Rekomendasi bagi Sekolah adanya Kerjasama dengan pihak pemilik usaha agar lulusan Sekolah tersebut dapat memilki peluang pekerjaan setelah lulus.</p> Emay Mastiani Dwi Endah Pertiwi Eva A Wahidah Copyright (c) 2022 INCLUSIVE: Journal of Special Education 2022-09-27 2022-09-27 8 1 10.30999/jse.v8i1.2273 PENGEMBANGAN PROGRAM INTERVENSI DINI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK TUNARUNGU http://ojs.uninus.ac.id/index.php/Inclusi/article/view/2274 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan bahasa anak tunarungu yang kurang baik dalam memahami dan mengungkapkan keinginan melalui bahasa verbal dan non verbal. Hal ini dikarenakan anak tunarungu tidak memiliki pengalaman berbahasa dan ditinjau dari perkembangan berbicara dan bahasa, mereka tidak melalui setap aspek Bahasa sehingga berdampak pada pemahaman berbahasanya. Oleh karena itu, kemampuan bahasa anak tunarungu harus ditingkatkan agar dapat berkembang secara optimal. Subjek penelitian ini adalah 2 orang anak tunarungu yang memiliki usia 5-6 tahun. Metode yang digunakan adalah mix methode dengan desain exploratory mixed methods research design menggunakan tahapan kualitatif, kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan bahasa. Peningkatan terlihat dengan membandingkan kemampuan awal anak tunarungu sebelum dan sesudah diberikan intervensi menggunakan pengembangan program pelatihan intervensi dini. Berdasarkan hasil data persentasi tersebut, penelitian ini dapat diasumsikan, pengembangan program intervensi dini dapat meningkatkan kemampuan Bahasa (reseptif dan ekspresif).</p> Prinanda G Ridwan Copyright (c) 2022 INCLUSIVE: Journal of Special Education 2022-09-27 2022-09-27 8 1 10.30999/jse.v8i1.2274 EVALUASI PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN DIRI PADA ANAK TUNAGRAHITA SEDANG KELAS IV SDLB DI SLB MUHAMMADIYAH CIPARAY KABUPATEN BANDUNG http://ojs.uninus.ac.id/index.php/Inclusi/article/view/2275 <p>Anak tunagrahita sedang memiliki kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-harinya, hal tersebut menjadikan perlunya evaluasi pembelajaran pengembangan diri mengenai aspek tersebut yang tepat yang akan memudahkan dalam memberikan intervensi yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan evaluasi pembelajaran pengembangan diri anak tunagrahita sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan belajar pengembangan diri anak tunagrahita sedang memiliki kemampuan yang berbeda-beda, mengenai pelaksanaan pembelajaran dilakukan mencakup tahapan-tahapan dalam pembelajaran pengembangan diri mengenai aktivitas sehari hari yang difokuskan dalam aktivitas merawat diri yang mencakup makan, minum,dan kebersihan badan, bentuk evaluasi pembelajaran yang digunakan yaitu asesmen mengenai pembelajaran pengembangan diri mengenai aspek tersebut dengan hasil yang diperoleh yaitu buku panduan evaluasi pembelajaran serta menghasilkan data responden setelah dilaksanakannya evaluasi yang menunjukkan hasil yang berbeda-beda kemampuan responden kesatu menunjukkan hasil yang baik, responden kedua menunjukkan hasil yang cukup baik, dan responden ketiga menunjukkan hasil yang kurang baik, sehingga kebutuhan belajar yang diberikan disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan setiap responden.</p> Hendri A Qohar Ahmad Mugni Almarogi Lulu Aulia Copyright (c) 2022 INCLUSIVE: Journal of Special Education 2022-09-27 2022-09-27 8 1 10.30999/jse.v8i1.2275 EFEKTIVITAS TEKNIK THE THREE PERIOD LESSON DALAM METODA MONTESSORI TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL WARNA DASAR BAGI ANAK TUNAGRAHITA SEDANG KELAS IV DI SLB PUSPPA SURYAKANTI BANDUNG http://ojs.uninus.ac.id/index.php/Inclusi/article/view/2276 <p>Kemampuan mengenal warna merupakan salah satu aspek dalam kemampuan kognitif. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi adanya anak tunagrahita sedang kelas IV belum mengenal warna dasar dengan konsisten. Kondisi tersebut disebabkan oleh keterbatasan kemampuan berpikir anak, sehingga kesulitan untuk memahami hal-hal yang berkaitan dengan akademik. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh data seberapa efektif teknik <em>the three period lesson</em> dalam metoda Montessori terhadap kemampuan mengenal warna dasar bagi anak tunagrahita sedang kelas IV di SLB PUSPPA SURYAKANTI Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A’. Subjek penelitian merupakan dua anak tunagrahita sedang kelas IV. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes perbuatan dan observasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tes kemampuan mengenal warna dasar dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif yang ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik. Dalam penelitian ini diketahui bahwa panjang fase baseline-1 (A) = 3, intervensi (B) = 8 dan baseline-2 (A’) = 3. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mengenal warna dasar pada kedua subjek penelitian yaitu dengan ditandai oleh berkurangnya frekuensi kesalahan pada tes kemampuan awal (baseline-1) dengan hasil tes kemampuan akhir (baseline-2) atau setelah diberikan intervensi menggunakan teknik the three period lesson dalam metoda Montessori. Simpulan dari penelitian ini adalah teknik the three period lesson dalam metoda Montessori efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan mengenal warna dasar pada anak tunagrahita sedang Kelas IV di SLB PUSPPA SURYAKANTI Bandung. Hasil penelitian ini direkomendasikan bagi guru bahwa teknik the three period lesson ini sebaiknya dijadikan sebagai alternatif dan menjadi referensi yang dapat dilakukan dalam pembelajaran bagi anak tunagrahita sedang.</p> Euis Nani Mulyati Fajar Indra Septiana Asri Yusdianti Copyright (c) 2022 INCLUSIVE: Journal of Special Education 2022-09-27 2022-09-27 8 1 10.30999/jse.v8i1.2276 PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN KOMUNIKASI BAGI ANAK ASD (Autism Spectrum Disorder) http://ojs.uninus.ac.id/index.php/Inclusi/article/view/2277 <p>Pembelajaran yang efektif bagi anak Autism Spectrum Disorder (ASD) memerlukan asesmen yang tepat. Anak dengan ASD mengalami tiga gangguan utama yang salah satunya adalah komunikas. Langkah asesmen penting untuk dilakukan sebagai upaya mencari informasi sejauh mana kemampuan, kebutuhan dan kelemahan komunikasi anak ASD. Oleh karena itu diperlukan instrumen asesmen yang sesuai untuk menggali informasi tentang aspek komunikasi anak ASD tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan instrumen asesmen komunikasi bagi anak ASD di SLB Autis Prananda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan 9 partisipan diantaranya 3 validator, 3 guru yang melaksanakan uji coba asesmen dan 3 siswa ASD. Penelitian ini menghasilkan instrumen asesmen komunikasi bagi anak ASD yang memuat 7 level perkembangan komunikasi diantaranya level I <em>pre- intentional behavior</em>, level II <em>intentional behavior</em>, level III <em>unconventional communication</em>, level IV <em>conventional communiation</em>, level V <em>concrete symbols</em>, level VI <em>abstract symbols</em>, level VII <em>language</em>, dengan tujuan untuk mengukur kemampuan komunikasi anak ASD. Hasil uji coba instrumen asesmen komunikasi menyatakan bahwa instrumen asesmen komunikasi yang telah dikembangkan dapat digunakan dan cukup menggambarkan kondisi anak ASD yang sesungguhnya</p> Eka Yuli Astuti Lupia S Martina Yoga Budhi Santoso Copyright (c) 2022 INCLUSIVE: Journal of Special Education 2022-09-27 2022-09-27 8 1 10.30999/jse.v8i1.2277 PENGEMBANGAN MEDIA SOSIALISASI PENDIDIKAN TENTANG KESULITAN BELAJAR SPESIFIK BAGI GURU-GURU DI SEKOLAH DASAR http://ojs.uninus.ac.id/index.php/Inclusi/article/view/2278 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media sosialisasi pendidikan tentang kesulitan belajar khusus bagi guru di sekolah dasar. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan yaitu metode (Design Based Research). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data ini adalah dengan melakukan studi telaah terhadap buku-buku referensi dan literatur yang ada kaitannya dengan masalah yang akan dipecahkan. Penelitian ini berupa pengembangan media sosialisasi pendidikan yang kemudian divalidasi oleh para ahli atau praktisi yang berkompeten di bidangnya. Hasil dari penelitian ini adalah film animasi edukasi tentang kesulitan belajar tertentu yang telah tervalidasi dan layak digunakan sebagai media sosialisasi mandiri yang dapat digunakan dimana saja dan kapan saja oleh guru.</p> Ranti Novianti Maudy Rengganis Suciati Pandua Copyright (c) 2022 INCLUSIVE: Journal of Special Education 2022-09-27 2022-09-27 8 1 10.30999/jse.v8i1.2278