PROGRAM KETERAMPILAN KERJA MELALUI MAGANG BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN DI SLB KABUPATEN BANDUNG BARAT

Emay Mastiani, Lilis Suwandari

Abstract


Keterampilan kerja bagi anak tunagrahita ringan sangatlah penting dimiliki, karena keterampilan kerja tersebut akan menjadi bekal untuk kehidupannya di masa mendatang. Terdapat dua keuntungan yang akan diperoleh apabila pembelajaran keterampilan kerja dilakukan secara langsung di tempat penyedia pekerjaan yaitu; pertama anak akan cepat memahami pekerjaan yang dpelajari kedua anak secara langsung akan terlihat kemampuan keterampilan kerjanya oleh penyedia pekerjaan, sehingga tidak perlu lagi ada tes ketika melamar pekerjaan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pembelajaran keterampilan kerja melalui magang apakah dapat mempercepat pemahaman anak dibandingkan dengan pembelajaran keterampilan kerja yang dilakukan di sekolah. Adapun pemilihan program keterampilan  disesuaikan antara pekerjaan dengan kondisi fisik, mental/kognisi, sosial dan minat anak terhadap pekerjaan tersebut serta penerimaan terhadap tenaga tunagrahita ringan oleh penyedia pekerjaan.   Beberapa pekerjaan bisa dilakukan oleh anak tunagrahita, karena pekerjaan yang tersedia dapat dikatakan tidak terlalu sulit dan tidak membutuhkan pemikiran, pekerjaan yang tersedia cenderung memerlukan kerja tangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development/R&D). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, semiloka/diskusi dan validasi terbatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak tuangrahita ringan mampu mengerjakan pekerjaan yang semi-skilled, serta penyedia pekerjaan bersedia menerima anak tunagrahita yang mau bekerja di tempat tersebut. Rekomendasi kepada pihak sekolah hendaknya mencoba menerapkan program keterampilan kerja melalui magang.

Keywords


Keterampilan Kerja; Anak Tunagrahita; Melalui magang

Full Text:

Untitled

References


Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta

Astati, (2001). Persiapan Pekerjaan PenyandangTunagrahita. Bandung. CV Pendawa.

Astati, (2011). Model Pelatihan Vovasional Bagi Penyandang Tunagrahita Ringan. Bandung. Universitas Pendidikan Indonesia. Tidak diterbitkan

Astati & Euis Nani M, (2001), Pendidikan Luar Biasa, Bandung. CV Pendawa

Departemen Pendidikan Indonesia, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (2000). Balai Pustaka.

http://belajarberkebun.com/pengertian-budidaya-tanaman-hias.html

Kamil, Mustofa, (2010) Model Pendidikan dan Latihan (Konsep dan Aplikasi). Bandung. Alphabeta

Mukhtar, (2011). Desain Program Vokasional dan Bimbingan Karir untuk Siswa SMALB. Bandung. Universitas Pendidikan Indonesia. Tidak diterbitkan.

Mulyati, (2010), Pengantar Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus. CV Catur Karya Mandiri. Bandung.

Mulyati, (2012), Pengembangan Program Bimbingan Kecerdasan Emosional Bagi Tunagrahita. Bandung. Universitas Pendidikan Indonesia. Tidak diterbitkan.

Oemar Hamalik. 2000. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Patton, F. Ittenbach, Beirne-Smith. (2002). Mental Retardation. Columbus, Universitas of Texas.

Rahardja, Djadja. 2006. Pengantar Pendidkan Luar Biasa (introduction to special education). Center for Research on International Cooperation in Educational Development. Univercity of Tsukuba.




DOI: http://dx.doi.org/10.30999/jse.v3i2.140

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indeksasi :

 

Flag Counter

Creative Commons License

web
analytics View My Stats